Senin, 11 Januari 2016

Titik akhir perjalanan kita

Bismillah...

Titik akhir perjalanan kita

.
Di sebalik sesuatu, ada rahsia yang menyatukan kita. Tapi untuk menjadi satu, ada dua jiwa yang harus mengalah dengan keegoaan hati. Tidak ada garis yang boleh mendamaikan antara ego kita. Entah siapalah yang terlalu meninggi dengan ego tanpa memikirkan keadaan hati. Dan entah siapalah yang akan bekorban di sebalik berakhirnya cerita ini.
.
Mulanya kita seiring sejalan. Kita tahu kemana langkah kaki kita melangkah. Berapa banyak persimpangan yang dilalui. Dan kini, sampailah kita pada titik ini, persimpangannya menjadi sedikit lain. Jalan sudah tidak seiring. Kaki seakan terhenti melangkah. Seperti sudah lelah mengalah. Ada beberapa perkara yang sudah mengalami perubahan dan persamaan yang sama juga, ternyata tidak lagi sama. Ada yang berbeza antara kita. Kau, aku; entah siapa yang sedar dulu.
.
Monolog hati kecil ini masih tertanya, apakah masih punya harapan? Jika tidak, ini adalah titik akhirnya. Bukan, bukan putus asa atau meletakkan hati pada harapan, tapi aku rasa berjuang sendiri pon tiada gunanya.
.
Kamu harus tahu satu perkara, "Apa yang kita rencanakan belum tentu dapat kita laksanakan, tetapi apa yang kita telah lalsanakan hari ini, itu adalah rencana dari Tuhan yang mengetahui apa yang kini kita butuhkan."
.
Mungkin,
.
Kini kita perlukan jarak dan waktu. Jarak agar kita saling tidak bertemu. Waktu agar kita mampu sembuhkan luka terlebih dahulu. Mencari pengganti hanyalah sekadar rencana hati. Kamu pernah menjadi tujuan akhir, ternyata harus diakhiri. Dan pernah menjadi penghapus luka, akhirnya mencipta duka. Sudahlah, aku harap ini titik akhir kita menuju bahagia. Kalau takdir kita tidak berakhir di garis yang sama, pastikan kenangan telah kau abadikan dalam cawan memori. -AR-
 .
Nanti sampai masanya, Tuhan akan mendatangkan 'dia' dalam hidup kita. Bersedialah dengan hati masing-ll untuk bahagia kembali. Mungkin dengan cara ini, hati kita akan berehat sambil belajar mendewasakan diri. Hingga tibalah bahagia yang baru lalu yang akan menenggelamkan kekecewaan yang lama.
.
Titik akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar