Bismillah....
ALLAHU YAA ALLAH..
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Wahabi atau Wahhabi adalah satu nama dari sekian banyak nama bagi aliran yang didakwahkan oleh Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab. Beliau melanjutkan pikiran-pikiran kontroversi IBNU TAYMIYYAH, bahkan dakwah Syaikh ini lebih kontroversi dari Ibnu Taymiyah. Gerakan Jihad pembaruan paham Ibnu Taymiyah inilah yang di namai dengan Wahabi sejak kemunculannya, karena di pimpin oleh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab.
Akan tetapi oleh para Juhala’ Wahabi sekarang mencoba menghapus nama atau sebutan Wahabi dengan berbagai macam dalih konyolnya. Ada yang bilang Wahhabi atau Wahabi adalah fiktif karena mereka adalah SALAFI bukan Wahhabi. Ada yang berdalih bahwa Wahabi hanyalah gelar yang di berikan oleh Inggris. Ada yang berdalih bahwa Wahabi bukan aliran yang dibawa oleh Syaikh mereka Muhammad Ibnu Abdil Wahhab tetapi aliran yang di bawa oleh Abdul Wahhab Bin Abdirrahman Bin Rustum. Bermacam dalih telah disampaikan untuk menghapus sebutan Wahabi dari ajaran mereka, agar orang awam tertipu dan percaya bahwa ajaran mereka benar-benar ajaran Al-Quran Hadits menurut pemahaman Para Salafus Sholeh. Maka tertipulah orang yang tertipu, dan semoga mereka kembali ke Ahlus Sunnah yang sebenarnya.Di awal Perkembangan “dakwah” ini tidak ada yang mempermasalahkan penamaan dengan Wahabi. Apalah arti sebuah nama, bila pahamnya melenceng dari Al-Quran Hadits, bila pemahamannya sangat jauh dari paham Ahlus sunnah Waljama’ah, bila pahamnya telah difatwakan sesat oleh para Ulama Ahlus Sunnah. Seribu kali gonta-ganti nama tetap saja itu ajaran yang sama, karena permasalahannya bukan pada nama. Apa pun nama yang mereka gelari untuk diri mereka tidak akan dapat mengubah apa pun buat kebaikan diri mereka sendiri. Bahkan akan membuat diri mereka terjerumus lebih dalam lagi.
Ketika membaca artikel atau buku putih yang ditulis untuk membantah bahwa dakwah mereka bukan Wahabi tapi Salafi, sungguh kita dapat mengetahui betapa takut dan khawatirnya mereka dengan nama tersebut. Tapi tidak pernah merasa takut dengan aqidah mereka yang telah jauh melenceng dari aqidah Ahlus Sunnah, apalagi jia ditimbang dengan aqidah para Sahabat dan Salafus Sholeh. Dan mereka tidak pernah merasa bersalah dengan dakwah mereka yang telah terang-terangan menjadi musuh Islam dari dalam, na’uzubillah. Semoga Allah menjaga semua keluarga Muslim dari fitnah sekte mereka.
Ketakutan mereka disebut Wahhabi disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
– Karena sejarah kelam dakwah Syeikh mereka yang di bantu oleh Dinasti King Sa’ud / Saudi.
– Karena telah ada fatwa-fatwa para Ulama Ahlus Sunnah terhadap paham Wahhabi yakni paham yang dibawa oleh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab.
– Karena sudah terdeteksi mereka ingin menipu orang awam dengan nama terkenal untuk paham yang baru, agar orang menyangka bahwa itu ajaran murni menurut Al-Quran Hadits.
– Karena kedok mereka telah terbongkar dalam kitab para Ulama Ahlus Sunnah.
– Karena nama Wahabi / Wahhabi telah dikotori oleh para pendahulu mereka.
– Karena itulah mereka berusaha agar tetap aman walaupun sudah terdeteksi sebagai musuh Islam dari dalam.
– dan masih banyak lagi kemungkinan yang terselubung.
Terlepas dari siapa yang menamakan ajaran mereka itu dengan Wahhabi, dan kapan pertama kali muncul nama itu, harusnya yang mereka bela bukanlah hanya sebatas nama atau sebutan saja. Tapi ada yang lebih penting dari itu yakni Tauhid mereka yang jauh dari ajaran Rasulullah dan para Sahabatnya. Fitnah mereka terhadap para Ulama Salaf, kontradiksi dalam ajaran mereka sendiri bahkan antara satu Syaikh dengan Syaikh yang lain, kesesatan dalam ajaran mereka sendiri, distorsi kitab-kitab para Ulama yang bertentangan dengan mereka, yang semuanya belum bisa mereka pertanggung-jawabkan kepada Ummat Islam sedunia. Tidak ada gunanya buang waktu untuk melenyapkan nama Wahabi yang telah terkenal buat dakwah mereka sejak kemunculannya. Bahkan para Syaikh mereka telah mengakui nama Wahabi tersebut walaupun itu dianggap hanya sebagai sebutan dari musuh mereka.
Syaikh Wahabi Mengakui Nama Wahabi
Ketika para Juhala’ Wahabi tertipu dan terus menipu dengan sekte bahwa mereka bukan Wahabi, ternyata telah ada Syaikh Wahabi yang mengakuinya. Berikut ini akan kami sampaikan pengakuan tersebut, agar tidak adalagi Talbis konyol ini.
1.Syaikh Ahmad ibn ‘Hajar al-Butami dalam Biografi Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab yang juga ditashhihkan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Bazz, mengakui Wahhabi adalah ajaran Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab.
– Di halaman 59 disebutkan :
فقامت الثورات على يد دعاة الوهابيين
[maka tegaklah revolusi di atas tangan para da’i Wahhabi…….]
– Di halaman 60 disebutkan :
على أساس من الدعوة الدينية الوهابية في مكة
[atas dasar dari dakwah agama wahhabi di Mekkah………]
– Di halaman 60 juga disebutkan :
فلما التقى بالوهابيين
[manakala berjumpa dengan para Wahhabi………..]
– Di halaman 60 juga disebutkan :
استطاع هؤلاء المسلمون الوهابيون
[sangguplah mereka orang Islam Wahhabi…………]
– Di halaman 60 juga disebutkan :
من المبادئ الوهابية
[dari dasar-dasar Wahhabi…………]
– Di halaman 60 juga disebutkan :
ولكن الدعوة الوهابية
[tetapi dakwah Wahhabi…………]
– Di halaman 60 juga disebutkan :
يدينون بالإسلام على المذهب الوهابي
[mereka beragama dengan Islam atas Mazhab Wahhabi……]
Cukup tujuh saja kita ambil dari kitab Syaikh Wahabi tersebut, dan kita cari dalam kitab Syaikh Wahabi lain. Yaitu dalam kitab Syaikh Dr.Muhammad Khalil Al-Harras yang berjudul: ”Al-Harakatul Wahhabiyah” dari nama kitabnya saja sudah jujur yaitu “Gerakan Wahhabi”. Mari kita buka kitabnya….
– Di halaman 11 disebutkan :
اسس الحركة الوهابية
[Dasar-dasar gerakan Wahhabi……………….]
– Di halaman 14 disebutkan :
الحركة الوهابية تدعو الي توكيد التوحيد
[gerakan Wahhabi menyeru kepada menguatkan Tauhid……….]
– Di halaman 17 disebutkan :
الحركة الوهابية تدعو الي سبيل ربها
[gerakan Wahhabi menyeru kepada jalan Tuhan nya………]
– Di halaman 21 disebutkan :
فلماذا تنسب الوهابية وحدها الى المبالغة
[kenapa Wahhabi saja yang dinisbahkan kepada berlebihan……..]
– Di halaman 22 disebutkan :
لايقع على الوهابية
[tidak terjadi atas Wahhabi………………..]
– Di halaman 30 disebutkan :
ان الوهابية لم تقم للاجتهاد فى الفروع
[sesungguhnya Wahhabi tidak tegak untuk ijtihad dalam masalah furu’………..]
– Di halaman 43 disebutkan :
للدعوة الوهابية
[bagi dakwah Wahhabi]
Cukup tujuh juga dari kitab tersebut, mari kita cari lagi dari kitab Syaikh Wahabi yang lain. Ternyata sangat banyak kitab-kitab Syaikh Wahabi yang mengakui penamaan Wahhabi untuk dakwah Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab An-Najdi, diantaranya:
– Syaikh Muhammad Hamid Al-Fiqi dalam kitab Atsarud da’watil wahhabiyah.
– Syaikh Umar Abu Nashri dalam kitab Ibnu Sa’ud.
– Syaikh Muhammad Kurdi Ali dalam kitab Al-Qadim wal-Hadits.
– Syaikh Muhammad Jamil Baiham dalam kitab al-Halqah al-Mafqudah fi Tarikh Arab.
– Syaikh Abdul Karim Al-Khathibi dalam kitab Muhammad ibn Abdil Wahhab.
– dan masih banyak lagi.
Para pembesar Wahabi telah mengakui penamaan Wahabi tersebut terhadap ajaran yang di bawakan oleh Syaikh Mohd bin Abdil Wahhab. Meski sebagian ada yang mengatakan itu sebutan musuh Syaikh terhadap dakwah Syaikh, sebagian lagi ada yang beralasan itu nisbah yang mukhalafah qiyas atau syaz. Biar pun tidak menerima sepenuhnya, tapi para Juhala’ Wahabi justru konyol dengan tidak mengakui sama sekali. Karena biar pun itu nisbah yang mukhalafah qiyas atau penamaan dari musuh, tetap itu nama resmi/tidak resmi untuk dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Najdi yang mereka agungkan itu.
Lalu kenapa marah jika mereka disebut WAHABI? Dengan mengetahui fakta-fakta yang tak terbantahkan itu tentunya mereka malu sehingga menjadi minder dalam pergaulan sesama muslim sedunia, sehingga mereka berusaha dengan berbagai cara untuk gonta-ganti nama dan buat menyebut diri mereka sendiri. Dari sebutan MUWAHID sehingga yang terakhir mereka menyebut dirinya SALAFY.
Akahirnya dengan menimbang fakta-fakta yang diungkap di atas, ada dua opsi buat mereka untuk dipilih:
1- Tetap sebagai WAHABI
2- Bertobat
Jika demikian kenapa mereka tidak memilih opsi paling menentramkan hatinya dan aman, yaitu BERTOBAT? Akan tetapi jika masih ngotot memilih “Tetap sebagai WAHABI” maka bagi pemilih opsi ini katakanlah dengan Bangga: “Ana Wahabi Why Not?” Tetapi jika boleh kami sarankan, janganlah menutup diri, teruslah berusaha mencari kebenaran dan berhentilah berdakwah secara licik. Kenapa harus menyampaikan kebenaran dengan cara yang tidak benar, na’uzubillah.
Wahabers bukalah topengmu jgn mengaku2 ahlusunnah atau aswaja untuk mnghancurkan islam Di NKRI #WahabiYourLost
UKHUWAH ISLAMIYAH
Minggu, 31 Januari 2016
OBAT GALAU DAN SAKIT HATI
Bismillah....
تفـقـَّـد الحلاوة في ثلاثة أشياء :
في الصلاة والقرآن والذكر ، فإن وجدت ذلك فأمضي وأبشر ، وإلا فاعلم أن بابك مغلق فعالج فتحه
Kenikmatan akan datang pada tiga perkara: yaitu shalat, membaca al-Qur'an, dan berzikir. Jika kamu melakukannya, maka kesusahan terlewatkan datang kebahagiaan. Jika tidak, maka ketahuilah bahwa hatimu tertutup, berobat (belajar) adalah kuncinya".
الامام الحسن البصري رحمه الله
Dalam shalat, tadabbur al-Qur'an, dan berzikir, terdapat nikmat yang luar biasa, disamping pahala yang luar biasa juga. Biasanya obat hati yaitu dengan tiga perkara itu, bukan untuk menyembuhkan total, tapi setidaknya bisa meminalisir kegundahan hati itu. Jika tika perkara itu juga belum bisa, berarti pintu hatinya betul-betul sakit. Solusinya harus dirawat untuk perlahan-lahan disembuhkan.
HATI BAHAGIA, GELISAH TIADA TARA
تفـقـَّـد الحلاوة في ثلاثة أشياء :
في الصلاة والقرآن والذكر ، فإن وجدت ذلك فأمضي وأبشر ، وإلا فاعلم أن بابك مغلق فعالج فتحه
Kenikmatan akan datang pada tiga perkara: yaitu shalat, membaca al-Qur'an, dan berzikir. Jika kamu melakukannya, maka kesusahan terlewatkan datang kebahagiaan. Jika tidak, maka ketahuilah bahwa hatimu tertutup, berobat (belajar) adalah kuncinya".
الامام الحسن البصري رحمه الله
Dalam shalat, tadabbur al-Qur'an, dan berzikir, terdapat nikmat yang luar biasa, disamping pahala yang luar biasa juga. Biasanya obat hati yaitu dengan tiga perkara itu, bukan untuk menyembuhkan total, tapi setidaknya bisa meminalisir kegundahan hati itu. Jika tika perkara itu juga belum bisa, berarti pintu hatinya betul-betul sakit. Solusinya harus dirawat untuk perlahan-lahan disembuhkan.
HATI BAHAGIA, GELISAH TIADA TARA
Kamis, 28 Januari 2016
Menyikapi perbedaan pendapat dalam masalah tahlilan, maulidan dan lainnya.
Bismillah...
Allahu Yaa Allah.
Dikatakan oleh para Ulama menghukumi sesuatu itu harus tahu betul hakikat sesuatu yang dihukumi, maka tidak sah jika seseorang itu menghukumi Tahlil itu Bid’ah atau Maulid itu Bid’ah sebelum mengetahui apa hakikat Tahlil dan Maulid.
Tahlil adalah membaca Dzikir dan beberapa ayat Al-Qur’an kemudian setelah selesai membaca Dzikir dan ayat-ayat pilihan tersebut bedo’a dan memohon kepada Allah di dalam do’a tersebut agar Allah SWT menyampaikan pahala kebaikan dari bacaan Dzikir dan Al-Qur’an tersebut kepada orang yang telah meninggal dunia. Para ulama menyebut Tahlil ini dengan istilah menghadiahkan pahala kepada orang yang telah meninggal dunia dan hukum menghadiahkan pahala kepada orang yang telah meninggal dunia telah disepakati oleh semua Madzhab dan Ulama tentang diperbolehkannya.
Begitu juga masalah Maulid Nabi yang makna dari merayakan Maulid Nabi adalah mengagungkan dan menyanjung Nabi SAW. Mengagungkan dan menyanjung Nabi adalah sangat dianjurkan dan semua yang ada pada Nabi adalah layak untuk disanjung dan layak untuk diagungkan dan itulah yang dipahami oleh para ulama Salafunas Sholeh dari masa ke masa. Dan mengagungkan hari kelahiran Nabi termasuk bagian dari pengagungan terhadap Nabi SAW, dan hal ini bukan mengikuti tradisi orang yang ada di luar Islam akan tetapi ini mengkuti kaidah semua yang bersangkutan dengan Nabi adalah mulia dan layak untuk diagungkan. Akan tetapi cara mengagungkan Nabi harus dengan hal-hal yang dicintai dan di ridhoi oleh Nabi SAW seperti dengan bersedekah atau mengadakan festival sejarah Nabi dengan memacu para siswa untuk berlomba-lomba membaca sejarah nabi atau mengumpulkan kaum muslimin di satu tempat lalu ada salah satu dari mereka menyampaikan tentang keagungan Nabi SAW. Itulah maulid Nabi.
. Wallahu a’lam bisshowab
Allahu Yaa Allah.
Dikatakan oleh para Ulama menghukumi sesuatu itu harus tahu betul hakikat sesuatu yang dihukumi, maka tidak sah jika seseorang itu menghukumi Tahlil itu Bid’ah atau Maulid itu Bid’ah sebelum mengetahui apa hakikat Tahlil dan Maulid.
Tahlil adalah membaca Dzikir dan beberapa ayat Al-Qur’an kemudian setelah selesai membaca Dzikir dan ayat-ayat pilihan tersebut bedo’a dan memohon kepada Allah di dalam do’a tersebut agar Allah SWT menyampaikan pahala kebaikan dari bacaan Dzikir dan Al-Qur’an tersebut kepada orang yang telah meninggal dunia. Para ulama menyebut Tahlil ini dengan istilah menghadiahkan pahala kepada orang yang telah meninggal dunia dan hukum menghadiahkan pahala kepada orang yang telah meninggal dunia telah disepakati oleh semua Madzhab dan Ulama tentang diperbolehkannya.
Begitu juga masalah Maulid Nabi yang makna dari merayakan Maulid Nabi adalah mengagungkan dan menyanjung Nabi SAW. Mengagungkan dan menyanjung Nabi adalah sangat dianjurkan dan semua yang ada pada Nabi adalah layak untuk disanjung dan layak untuk diagungkan dan itulah yang dipahami oleh para ulama Salafunas Sholeh dari masa ke masa. Dan mengagungkan hari kelahiran Nabi termasuk bagian dari pengagungan terhadap Nabi SAW, dan hal ini bukan mengikuti tradisi orang yang ada di luar Islam akan tetapi ini mengkuti kaidah semua yang bersangkutan dengan Nabi adalah mulia dan layak untuk diagungkan. Akan tetapi cara mengagungkan Nabi harus dengan hal-hal yang dicintai dan di ridhoi oleh Nabi SAW seperti dengan bersedekah atau mengadakan festival sejarah Nabi dengan memacu para siswa untuk berlomba-lomba membaca sejarah nabi atau mengumpulkan kaum muslimin di satu tempat lalu ada salah satu dari mereka menyampaikan tentang keagungan Nabi SAW. Itulah maulid Nabi.
. Wallahu a’lam bisshowab
Tanyakan kepadanya tentang siapa yang dimaksud.
Bismillah...
jika kamu mendengar salah seorang Syiah mencaci maki (Sayyidina) Umar (bin Khattab), tanya kepadanya, mana Umar yang kamu maksud? Umar bin Ali bin Abi Thalib, Umar bin Hasan bin Ali, Umar bin Husein bin Ali, Umar bin Ali Zainal Abidin bin Husein apa Umar bin Musa kadzim?
Ketika kamu mendengar diantara mereka mencaci maki (Sayyidah) Aisyah (binti Abu Bakar) "Aisyah di neraka, Aisyah di neraka!!", maka tanyakan Aisyah mana yang kamu maksud? Aisyah binti Ja'far Shadiq, Aisyah binti Musa Kadzim, apa Aisyah binti Ali Ridla?
Saat kalian mendengar mereka mencaci maki (Sayyidina) Abu Bakar (As-Ahiddiq), tanyakan juga Abu Bakar mana yang kamu maksud? Abu Bakar bin Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar bin Hasan bin Ali, Abu Bakar bin Husein bin Ali apa Abu Bakar bin Musa Kadzim??
Kemudian tanyakan juga kenapa para Ahlu Bait menamakan anak-anak mereka dengan nama-nama tersebut (Abu Bakar, Umar, Aisyah)? Tidak lain adalah sebuah wujud penghormatan dan memuliakan pemilik nama juga mengekalkan kebaikan mereka.
jika kamu mendengar salah seorang Syiah mencaci maki (Sayyidina) Umar (bin Khattab), tanya kepadanya, mana Umar yang kamu maksud? Umar bin Ali bin Abi Thalib, Umar bin Hasan bin Ali, Umar bin Husein bin Ali, Umar bin Ali Zainal Abidin bin Husein apa Umar bin Musa kadzim?
Ketika kamu mendengar diantara mereka mencaci maki (Sayyidah) Aisyah (binti Abu Bakar) "Aisyah di neraka, Aisyah di neraka!!", maka tanyakan Aisyah mana yang kamu maksud? Aisyah binti Ja'far Shadiq, Aisyah binti Musa Kadzim, apa Aisyah binti Ali Ridla?
Saat kalian mendengar mereka mencaci maki (Sayyidina) Abu Bakar (As-Ahiddiq), tanyakan juga Abu Bakar mana yang kamu maksud? Abu Bakar bin Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar bin Hasan bin Ali, Abu Bakar bin Husein bin Ali apa Abu Bakar bin Musa Kadzim??
Kemudian tanyakan juga kenapa para Ahlu Bait menamakan anak-anak mereka dengan nama-nama tersebut (Abu Bakar, Umar, Aisyah)? Tidak lain adalah sebuah wujud penghormatan dan memuliakan pemilik nama juga mengekalkan kebaikan mereka.
Semoga Allah tidak memberkahi setiap orang yang memaki-maki sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Jumat, 15 Januari 2016
PEMALSUAN KITAB OLEH WAHABI
Bismillaahir-Rahmaanir-Rahiim
PEMALSUAN KITAB OLEH WAHABI
Sejak abad dua belas Hijriah yang lalu, dunia Islam dibuat heboh oleh lahirnya gerakan baru yang lahir di Najd. Gerakan ini dirintis oleh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Najdi dan populer dengan gerakan Wahabi. Dalam bahasa para ulama gerakan ini juga dikenal dengan nama fitnah al-wahhabiyah, karena dimana ada orang-orang yang menjadi pengikut gerakan ini, maka di situ akan terjadi fitnah. Di sini kita akan membicarakan fitnah Wahabi terhadap kitab-kitab para ulama dahulu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa aliran Wahabi berupaya keras untuk menyebarkan ideologi mereka ke seluruh dunia dengan menggunakan segala macam cara. Di antaranya dengan mentahrif kitab-kitab ulama terdahulu yang tidak menguntungkan bagi ajaran Wahhabi. Hal ini mereka lakukan juga tidak lepas dari tradisi pendahulu mereka, kaum Mujassimah yang memang lihai dalam men-tahrif kitab.
Pada masa dahulu ada seorang ulama Mujassimah, yaitu Ibn Baththah al-’Ukbari, penulis kitab al-Ibanah, sebuah kitab hadits yang menjadi salah satu rujukan utama akidah Wahabi. Menurut al-Hafizh al-Khathib al-Baghdadi, Ibn Baththah pernah ketahuan menggosok nama pemilik dan perawi salinan kitab Mu’jam al-Baghawi, dan diganti dengan namanya sendiri, sehingga terkesan bahwa Ibn Baththah telah meriwayatkan kitab tersebut. Bahkan al-Hafizh Ibn Asakir juga bercerita, bahwa ia pernah diperlihatkan oleh gurunya, Abu al-Qasim al-Samarqandi, sebagian salinan Mu’jam al-Baghawi yang digosok oleh Ibn Baththah dan diperbaiki dengan diganti namanya sendiri. Belakangan Ibn Taimiyah al-Harrani, inspirator ideolog pertama aliran Wahabi, seringkali memalsu pendapat para ulama dalam kitab-kitabnya. Misalnya ia pernah menyatakan dalam kitabnya al-Furqan Bayna al-Haqq wa al-Bathil, bahwa al-Imam Fakhruddin al-Razi ragu-ragu terhadap madzhab al-Asy’ari di akhir hayatnya dan lebih condong ke madzhab Mujassimah, yang diikuti Ibn Taimiyah. Ternyata setelah dilihat dalam kitab Ijtima’ al-Juyusy al-Islamiyyah, karya Ibn al-Qayyim, murid Ibn Taimiyah, ia telah men-tahrif pernyataan al-Razi dalam kitabnya Aqsam al-Ladzdzat. Tradisi tahrif ala Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang mereka warisi dari pendahulunya, kaum Mujassimah itu, juga berlangsung hingga dewasa ini dalam skala yang cukup signifikan. Menurut sebagian ulama, terdapat sekitar 300 kitab yang isinya telah mengalami tahrifdari tangan-tangan jahil orang-orang Wahabi.
Diantaranya adalah :
* Kitab al-Ibanah ‘an Ushul al-Diyanah karya al-Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari. Kitab al-Ibanah yang diterbitkan di Saudi Arabia, Beirut dan India disepakati telah mengalami tahrif dari kaum Wahhabi. Hal ini bisa dilihat dengan membandingkan isi kitab al-Ibanah tersebut dengan al-Ibanah edisi terbitan Mesir yang di-tahqiq oleh Fauqiyah Husain Nashr.
* Tafsir Ruh al-Ma’ani karya al-Imam Mahmud al-Alusijuga mengalami nasib yang sama dengan al-Ibanah. Kitab tafsir setebal tiga puluh dua jilid ini telah di-tahrif oleh putra pengarangnya, Syaikh Nu’man al-Alusi yang terpengaruh ajaran Wahabi. Menurut Syaikh Muhammad Nuri al-Daitsuri, seandainya tafsir Ruh al-Ma’ani ini tidak mengalami tahrif, tentu akan menjadi tafsir terbaik di zaman ini. * Tafsir al-Kasysyaf, karya al-Imam al-Zamakhsyari juga mengalami nasib yang sama. Dalam edisi terbitan Maktabah al-Ubaikan, Riyadh, Wahabi melakukan banyak tahrif terhadap kitab tersebut, antara lain ayat 22 dan 23 Surat al-Qiyamah, yang di-tahrif dan disesuaikan dengan ideologi Wahabi. Sehingga tafsir ini bukan lagi Tafsir al-Zamakhsyari, namun telah berubah menjadi tafsir Wahabi.
* Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain yang populer dengan Tafsir al-Shawi, mengalami nasib serupa. Tafsir al-Shawi yang beredar dewasa ini baik edisi terbitan Dar al-Fikr maupun Dar al-Kutub al-’Ilmiyah juga mengalami tahrif dari tangan-tangan jahil Wahabi, yakni penafsiran al-Shawi terhadap surat al-Baqarah ayat 230 dan surat Fathir ayat 7.
* Kitab al-Mughni karya Ibn Qudamah al-Maqdisi al-Hanbali, kitab fiqih terbaik dalam madzhab Hanbali, juga tidak lepas dari tahrif mereka. Wahabi telah membuang bahasan tentang istighatsah dalam kitab tersebut, karena tidak sejalan dengan ideologi mereka.
* Kitab al-Adzkar al-Nawawiyyah karya al-Imam al-Nawawi pernah mengalami nasib yang sama. Kitab al-Adzkar dalam edisi terbitan Darul Huda, 1409 H, Riyadh Saudi Arabia, yang di-tahqiq oleh Abdul Qadir al-Arna’uth dan di bawah bimbingan Direktorat Kajian Ilmiah dan Fatwa Saudi Arabia, telah di-tahrif sebagian judul babnya dan sebagian isinya dibuang. Yaitu Bab Ziyarat Qabr Rasulillah SAW diganti dengan Bab Ziyarat Masjid Rasulillah SAW dan isinya yang berkaitan dengan kisah al-’Utbi ketika ber-tawassul dan ber-istighatsah dengan Rasulullah saw, juga dibuang.
Demikianlah beberapa kitab yang telah ditahrif oleh orang-orang Wahabi. Tentu saja tulisan ini tidak mengupas berbagai cara tahrif dan perusakan Wahhabi terhadap kitab-kitab Ahlussunnah Wal Jama’ah peninggalan para ulama kita. Namun setidaknya, yang sedikit ini menjadi pelajaran bagi kita agar selalu berhati-hati dalam membaca atau membeli kitab-kitab terbitan baru. Nah, anda masih mau Beli Kitab Baru?Hati-Hati dengan Distorsi Wahabi Terhadap Kitab Para Ulama Ahlussunnah Waljama’ah. Jangan sampai tertipu agamamu! Wallahu a’lam.
SURAT CINTA UNTUK ISIS
Salam satu damai....
Wahai kalian kelompok ISIS, teroris, ekstrimis, Jihadis dan semua yang berakhiran is....
Sungguh terlalu kalian men-teror kami. Kalian pikir kami ini Perancis ? Atau Turki ? Atau Kenya ? Sehingga kalian sok menjadi jagoan di negara ini ?
Apa kalian tidak tahu, bahwa teror kalian tidak berlaku di negara kami ? Kenapa ? Karena selama puluhan tahun, setiap waktu, kami selalu bersentuhan dengan yang namanya teror...
Kalian lupa bahwa kami sudah terlatih menghadapi teror yang bernama debt colector. Yang tiap saat, kalau telat bayar, krang kring ke kantor kami, ke rumah kami, bahkan sampai ke sekolah anak kami. Kami terbiasa dengan itu. Kalian tidak lebih seram dari ambon-ambon dan batak-batak itu. Kalian terlalu imut bagi kami...
Kalian gak tahu bahwa kami tiap hari diteror dengan sinetron produksi Raam Punjabi ? Apa yang lebih mengerikan dari itu ? Sinetron yang sekolahnya pacaran mulu, yang penuh banci2an, dan ga perlu otak utk mencerna. Udah gitu serinya sampe tujuh lagi. Palak kali kami...
Hei ISIS ! Tau kan bus sumber kencono ? Yang larinya kayak anjing ngejar maling ? Berani naik itu ? Taruhan pasti kalian terkencing2. Lah kami ? Bahkan senang duduk samping supir, sambil berasa maen need for speed. "Kurang cepat, pir... Kiri kosong, pir... Yak, salip pir.."
Tambah lagi kopaja ma metromini. Yang gak bisa liat lawan sedikit, kernetnya langsung tereak, "Rapat belakang, rapat belakang... Tareeeekkk..." Dan kami harus loncat dengan satu kaki melayang di awan.
Apa yang lebih teror dari itu ?
Yang lebih gila, 10 tahun negara kami berada di ujung tanduk kebangkrutan. Bagi negara lain itu sudah teror diatas teror. Tapi pemimpin kami yang pemberani dengan santainya bikin album dan negara ini jalan sendiri. Kalian mau ngetes kegilaan kami ?
Mau tahu kegilaan kami yang lain ? Teror ayam pun, kalau sudah matang kami namakan teror mata sapi. Lah, itu istilahnya darimana coba ? Mirip aja kagak...
Kalian mau tahu teror yang lain yang selalu kami hadapi ? Teror sms ! Yang mama minta pulsa-lah, adek di kantor polisi-lah, yang telpon nangis2 ngakunya kecelakaan-lah.. Dan kalian tahu apa yang kami lakukan ? Kami bully, kami screenshot dan kami tertawakan ramai2 di fb...
Kami sudah kenyang dengan teror.. Kalau mau belajar neror, belajar ke kami. Mau tau rajanya teror ? Datang ke senayan. Disana tukang teror semua, yang penting ada komisi. Kalau gada komisi, mereka tidur lagi. Gilanya lagi, kalau ketangkep, mereka dadah2 di tipi. Tidak ada yang mereka takuti. Bahkan Tuhan-pun, kalau bisa, mereka sambangi. "Tuhan, apa ga ada proyek pengadaan parfum di surga ? Biar kami yang urusi.."
Jadi, apa gunanya kalian teror kami ? Kalian tidak neror pun, kami sudah gila semua.
Kalian sibuk ngebom, tembak2an, PKL malah berdatangan. "Wah ada keramaian.. Kacang2, yang haus yang haus, kacang... Bapak dari ISIS ? Haus, pak ?" Mereka sudah gak takut, Sis... Tiap hari mereka berhadapan ma trantib. Kejar2an. Malah mereka berdoa supaya kalau bisa kalian datang tiap hari, biar ramai terus, bisa buka lapak dagangan.
Gak usah sok neror, lah sis... Kami disini punya haji lulung yang ludahnya aja ngeluarin api. Kalian ga takut apa ? Atau perlu kami keluarkan orang yang lebih sakti ? Yang mampu menanam pohon di senayan meski kebakarannya di kalimantan ? Bisa mati kalian nanti...
Gua bilangin ya sis, kalau mau nyandera orang disini jangan salah pilih, nanti malah nyandera cabe2an... Pas kalian gertak, "Angkat tangan !!" Eh, dia ngomong, "t4ng4n y4nk mn4 y4k hRu5 d1 4n6k4tx ?" Bingung kan ? Habis gitu mereka minta selfie, trus pasang wajah bebek2an...
Udah malam, sis... Gua dah ngantuk. Siapa pemimpin kalian ? Santoso ? Bilangin, namanya dah ketinggalan jaman.. Anak gaul sekarang namanya Jeffry.. Please deh, ah.. Jarang nonton tipi sih.
Nb : Ini Indonesia, Sis.. Camkan itu. Disini mau jadi teroris daftar dulu ke MUI, biar halal. Sini, minum kopi.. Kenapa ga mau ? Takut di sianida ?
Pulanglah, Sis...kalian gak laku disini... Kami sudah kebanyakan pelawak di negara ini, jangan ditambah kalian lagi.
Ngeliat aksi kalian hari ini kami malah ketawa. Bahkan kami kalau ketawa bisa sambil split. Ngeri, kan sis ?
Rinindri Mentres
Wahai kalian kelompok ISIS, teroris, ekstrimis, Jihadis dan semua yang berakhiran is....
Sungguh terlalu kalian men-teror kami. Kalian pikir kami ini Perancis ? Atau Turki ? Atau Kenya ? Sehingga kalian sok menjadi jagoan di negara ini ?
Apa kalian tidak tahu, bahwa teror kalian tidak berlaku di negara kami ? Kenapa ? Karena selama puluhan tahun, setiap waktu, kami selalu bersentuhan dengan yang namanya teror...
Kalian lupa bahwa kami sudah terlatih menghadapi teror yang bernama debt colector. Yang tiap saat, kalau telat bayar, krang kring ke kantor kami, ke rumah kami, bahkan sampai ke sekolah anak kami. Kami terbiasa dengan itu. Kalian tidak lebih seram dari ambon-ambon dan batak-batak itu. Kalian terlalu imut bagi kami...
Kalian gak tahu bahwa kami tiap hari diteror dengan sinetron produksi Raam Punjabi ? Apa yang lebih mengerikan dari itu ? Sinetron yang sekolahnya pacaran mulu, yang penuh banci2an, dan ga perlu otak utk mencerna. Udah gitu serinya sampe tujuh lagi. Palak kali kami...
Hei ISIS ! Tau kan bus sumber kencono ? Yang larinya kayak anjing ngejar maling ? Berani naik itu ? Taruhan pasti kalian terkencing2. Lah kami ? Bahkan senang duduk samping supir, sambil berasa maen need for speed. "Kurang cepat, pir... Kiri kosong, pir... Yak, salip pir.."
Tambah lagi kopaja ma metromini. Yang gak bisa liat lawan sedikit, kernetnya langsung tereak, "Rapat belakang, rapat belakang... Tareeeekkk..." Dan kami harus loncat dengan satu kaki melayang di awan.
Apa yang lebih teror dari itu ?
Yang lebih gila, 10 tahun negara kami berada di ujung tanduk kebangkrutan. Bagi negara lain itu sudah teror diatas teror. Tapi pemimpin kami yang pemberani dengan santainya bikin album dan negara ini jalan sendiri. Kalian mau ngetes kegilaan kami ?
Mau tahu kegilaan kami yang lain ? Teror ayam pun, kalau sudah matang kami namakan teror mata sapi. Lah, itu istilahnya darimana coba ? Mirip aja kagak...
Kalian mau tahu teror yang lain yang selalu kami hadapi ? Teror sms ! Yang mama minta pulsa-lah, adek di kantor polisi-lah, yang telpon nangis2 ngakunya kecelakaan-lah.. Dan kalian tahu apa yang kami lakukan ? Kami bully, kami screenshot dan kami tertawakan ramai2 di fb...
Kami sudah kenyang dengan teror.. Kalau mau belajar neror, belajar ke kami. Mau tau rajanya teror ? Datang ke senayan. Disana tukang teror semua, yang penting ada komisi. Kalau gada komisi, mereka tidur lagi. Gilanya lagi, kalau ketangkep, mereka dadah2 di tipi. Tidak ada yang mereka takuti. Bahkan Tuhan-pun, kalau bisa, mereka sambangi. "Tuhan, apa ga ada proyek pengadaan parfum di surga ? Biar kami yang urusi.."
Jadi, apa gunanya kalian teror kami ? Kalian tidak neror pun, kami sudah gila semua.
Kalian sibuk ngebom, tembak2an, PKL malah berdatangan. "Wah ada keramaian.. Kacang2, yang haus yang haus, kacang... Bapak dari ISIS ? Haus, pak ?" Mereka sudah gak takut, Sis... Tiap hari mereka berhadapan ma trantib. Kejar2an. Malah mereka berdoa supaya kalau bisa kalian datang tiap hari, biar ramai terus, bisa buka lapak dagangan.
Gak usah sok neror, lah sis... Kami disini punya haji lulung yang ludahnya aja ngeluarin api. Kalian ga takut apa ? Atau perlu kami keluarkan orang yang lebih sakti ? Yang mampu menanam pohon di senayan meski kebakarannya di kalimantan ? Bisa mati kalian nanti...
Gua bilangin ya sis, kalau mau nyandera orang disini jangan salah pilih, nanti malah nyandera cabe2an... Pas kalian gertak, "Angkat tangan !!" Eh, dia ngomong, "t4ng4n y4nk mn4 y4k hRu5 d1 4n6k4tx ?" Bingung kan ? Habis gitu mereka minta selfie, trus pasang wajah bebek2an...
Udah malam, sis... Gua dah ngantuk. Siapa pemimpin kalian ? Santoso ? Bilangin, namanya dah ketinggalan jaman.. Anak gaul sekarang namanya Jeffry.. Please deh, ah.. Jarang nonton tipi sih.
Nb : Ini Indonesia, Sis.. Camkan itu. Disini mau jadi teroris daftar dulu ke MUI, biar halal. Sini, minum kopi.. Kenapa ga mau ? Takut di sianida ?
Pulanglah, Sis...kalian gak laku disini... Kami sudah kebanyakan pelawak di negara ini, jangan ditambah kalian lagi.
Ngeliat aksi kalian hari ini kami malah ketawa. Bahkan kami kalau ketawa bisa sambil split. Ngeri, kan sis ?
KETIKA SOEKARNO HADIR KEMBALI
Salam Indonesia.....
"Revolusi kita bukan sekedar mengusir Pemerintahan Belanda dari Indonesia. Revolusi kita menuju lebih jauh lagi dari itu. Revolusi Indonesia menuju tiga kerangka yang sudah terkenal. Revolusi Indonesia menuju sosialisme !!"
Bung Karno
Pidato Bung Karno tanggal 17 Agustus 1954 itu menegaskan ke arah mana tujuan Revolusi Indonesia. Sosialisme, atau kepemilikan bersama pemerintah dan rakyat terhadap aset2 negara.
Sayangnya, Amerika tidak setuju.
Amerika menganut model Kapitalisme, dimana swasta mempunyai peran besar dalam sistem ekonomi dan negara hanya menjadi regulator saja. Amerika membutuhkan pasar untuk sistem kapitalisme, maka Indonesia juga harus menjadi negara kapitalis.
Jatuhlah Bung Karno dengan segala macam intrik politik di dalam negeri yang dibiayai oleh CIA. Mimpi sosialisme pun berakhir.... Setidaknya selama puluhan tahun.
Naiknya Jokowi ke tampuk pemerintahan seperti membangun mimpi Soekarno kembali, dari puing menjadi bentuk utuh.
Perlawanan terhadap kepemilikan swasta mulai dicanangkan dengan mengakuisisi aset2 negara yang menguntungkan dari swasta. Negara mengambil peran besar dalam hal ini sebagai pemain, sebagai dirijen orkestra, bukan hanya sebagai salah satu peniup trompet saja.
Model sosialisme - meski Jokowi tidak pernah mengatakan - tampak sekali ketika Menteri Agraria Ferry Mursyidan, melakukan land reform atau redistrbusi asset.
Satu juta sertifikat tanah akan dibagikan kepada pedagang kaki lima dengan konsep Hak Guna Usaha. Pedagang bisa meng-agunkan tanah tersebut kepada bank pemerintah dan pinjaman itu digunakan untuk melakukan usaha. Pemerintah dan rakyat mempunyai kepemilikan bersama atau sosialisme.
Di bidang kelautan, Bu Susi juga melakukan hal yang sama. Bu Susi membagikan lebih dari 3 ribu kapal penangkap ikan berbagai ukuran kepada nelayan. Anggaran pembeliannya mencapai 2 triliun rupiah.
Sistemnya mirip dengan model tanah tadi. Kapal yang diberikan secara gratis itu bisa dijaminkan ke bank pemerintah sebagai tambahan modal usaha. Gada bank pemerintah yang bisa nolak, bu Susi sebagai jaminannya.
Laut kembali diserahkan kepada nelayan Indonesia, sesudah bu Susi membersihkannya dari para pencuri ikan berbendera asing. Ketegasan bu Susi ini sontak membuat negara2 yang dulu menjadi pengekspor ikan hasil Indonesia, sekarang menjadi pengimpor. Kacian deh lu, say...
Jokowi memang secara fisik tidak mirip Soekarno, tetapi secara ideologi ia kembar identik. Ia tidak perlu berjubah mirip Soekarno, orasi ala Soekarno, atau pun memegang tongkat supaya mirip Soekarno. Itu Soekarno KW. Body Korea, mesin China.
Ia menghadirkan kembali Soekarno di tengah kita dalam bentuk pandangan2nya dan menuntaskan apa yang pernah diimpikannya. Ia tidak perlu berkuda supaya rakyat melihat kepadanya, ia kerja supaya rakyat bisa menikmati hasilnya.
Jokowi dan pasukan ninja-nya, sungguh layak diberikan penghormatan dengan secangkir kopi.
Respect !
Soekarno
Bung Karno
Pidato Bung Karno tanggal 17 Agustus 1954 itu menegaskan ke arah mana tujuan Revolusi Indonesia. Sosialisme, atau kepemilikan bersama pemerintah dan rakyat terhadap aset2 negara.
Sayangnya, Amerika tidak setuju.
Amerika menganut model Kapitalisme, dimana swasta mempunyai peran besar dalam sistem ekonomi dan negara hanya menjadi regulator saja. Amerika membutuhkan pasar untuk sistem kapitalisme, maka Indonesia juga harus menjadi negara kapitalis.
Jatuhlah Bung Karno dengan segala macam intrik politik di dalam negeri yang dibiayai oleh CIA. Mimpi sosialisme pun berakhir.... Setidaknya selama puluhan tahun.
Naiknya Jokowi ke tampuk pemerintahan seperti membangun mimpi Soekarno kembali, dari puing menjadi bentuk utuh.
Perlawanan terhadap kepemilikan swasta mulai dicanangkan dengan mengakuisisi aset2 negara yang menguntungkan dari swasta. Negara mengambil peran besar dalam hal ini sebagai pemain, sebagai dirijen orkestra, bukan hanya sebagai salah satu peniup trompet saja.
Model sosialisme - meski Jokowi tidak pernah mengatakan - tampak sekali ketika Menteri Agraria Ferry Mursyidan, melakukan land reform atau redistrbusi asset.
Satu juta sertifikat tanah akan dibagikan kepada pedagang kaki lima dengan konsep Hak Guna Usaha. Pedagang bisa meng-agunkan tanah tersebut kepada bank pemerintah dan pinjaman itu digunakan untuk melakukan usaha. Pemerintah dan rakyat mempunyai kepemilikan bersama atau sosialisme.
Di bidang kelautan, Bu Susi juga melakukan hal yang sama. Bu Susi membagikan lebih dari 3 ribu kapal penangkap ikan berbagai ukuran kepada nelayan. Anggaran pembeliannya mencapai 2 triliun rupiah.
Sistemnya mirip dengan model tanah tadi. Kapal yang diberikan secara gratis itu bisa dijaminkan ke bank pemerintah sebagai tambahan modal usaha. Gada bank pemerintah yang bisa nolak, bu Susi sebagai jaminannya.
Laut kembali diserahkan kepada nelayan Indonesia, sesudah bu Susi membersihkannya dari para pencuri ikan berbendera asing. Ketegasan bu Susi ini sontak membuat negara2 yang dulu menjadi pengekspor ikan hasil Indonesia, sekarang menjadi pengimpor. Kacian deh lu, say...
Jokowi memang secara fisik tidak mirip Soekarno, tetapi secara ideologi ia kembar identik. Ia tidak perlu berjubah mirip Soekarno, orasi ala Soekarno, atau pun memegang tongkat supaya mirip Soekarno. Itu Soekarno KW. Body Korea, mesin China.
Ia menghadirkan kembali Soekarno di tengah kita dalam bentuk pandangan2nya dan menuntaskan apa yang pernah diimpikannya. Ia tidak perlu berkuda supaya rakyat melihat kepadanya, ia kerja supaya rakyat bisa menikmati hasilnya.
Jokowi dan pasukan ninja-nya, sungguh layak diberikan penghormatan dengan secangkir kopi.
Respect !
Langganan:
Postingan (Atom)

