🍃Makam Keramat
وقد قال أبو بكر عبد الله بن محمد بن أبي الدنيا رحمه الله : حدثنا أبو بلال الأشعري حدثنا إبراهيم بن محمد عن عبد الله بن جعفر بن أبي طالب حدثني بعض أهل العلم
🌾Telah mengatakan Abu Bakar yaitu Abdullah bin Muhammad bin Abid Dunia رحمه الله ...... ;
Ketika Abu Musa menaklukkan kerajaAn Asbahan, dia melihat suatu tembok/benteng dari tembok yang mengelilingi kota dan telah runtuh. Maka dia membangunNya kembali tetapi ternyata runtuh lagi, kemudian dia membangunNya lagi, dan ternyata runtuh lagi.
Kemudian dikatakan kepadanya bahwa sesungguhnya di bawah tembok itu terdapat makam seorang lelaki yang shaleh. Maka digalilah dasar tembok tersebut, dan ternyata terdapat jenazah seorang lelaki yang sedang berdiri dengan membawa pedang yang tertulis di pedangnya kata;
أنا الحارث بن مضاض نقمت على أصحاب الأخدود
🌿Aku adalah Al-Haris bin Madad, akulah yang membela orang-orang yang dimasukkan ke dalam parit.
🍂Kemudian Abu Musa mengeluarkan jenazah itu dan membangun tembok tersebut, maka tembok itu berdiri dengan kokohnya dan tidak runtuh lagi.
🌴Jenazah tersebut adalah Al-Haris bin Madad bin Amr bin Madad Al-Jurhumi, salah seorang Raja Jurhum. Raja-raja Jurhumlah yang mengurus Ka'bah sesudah anak keturunan Sabit bin Ismail bin Ibrahim. Dan keturunan Al-Haris ini (yaitu Amr bin Haris bin Madad) adalah Raja Jurhum terakhir di Makkah sebelum mereka diusir oleh Khuza'ah dan memindahkan mereka ke negeri Yaman. Dialah orang yang mengatakan dalam syairnya yang dikutip oleh Ibnu Hisyam;
كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بَيْنَ الْحَجُونِ إِلَى الصَّفَا ... أَنِيسٌ وَلَمْ يَسْمُرْ بِمَكَّةَ سَامِرُ
بَلَى نَحْنُ كُنَّا أَهْلَهَا فَأَبَادَنَا ... صُرُوفُ اللَّيَالِي وَالْجُدُودُ الْعَوَاثِرُ
🌹Seakan-akan antara Hujun dan Safa tidak ada lagi keramaian, dan di Mekkah tidak ada lagi orang-orang/teman yang begadang .
Tidaklah demikian, sebenarnya kami adalah penduduk aslinya, kami telah dibinasakan oleh pergantian malam/zaman dan kejadian-kejadian yang menimbulkan mala petaka.
وهذا يقتضي أن هذه القصة كانت قديما بعد زمان إسماعيل عليه السلام بقرب من خمسمائة سنة أو نحوها وما ذكره ابن إسحاق يقتضي أن قصتهم كانت في زمان الفترة التي بين عيسى ومحمد عليهما من الله السلام وهو أشبه والله أعلم
🌱Dan hal ini menunjukkan bahwa kisah ini terjadi di masa dahulu sesudah zaman Nabi Ismail عليه السلام dalam jaraknya sekitar lima ratus tahun. Sedangkan apa yang diketengahkan oleh Ibnu Ishaq memberikan pengertian bahwa kisah ini terjadi di masa fatrah antara Nabi Isa عليه السلام dan Nabi Muhammad ﷺ.
والله أعلم....
📚Di Kutib dari Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Buruj.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar